Showing posts with label kineklub. Show all posts
Showing posts with label kineklub. Show all posts

Friday, July 20, 2007

Film terbaik dan terburuk



[by hery subyanto]

Salah satu lembaga di Amerika mengumpulkan review film yang ada sepanjang Januari – Juni 2007, dan mereka
hitung hingga didapatkan daftar film terbaik dan terburuk di semester I tahun 2007 ini. Berikut daftar tersebut:

TERBAIK ( film – film yang masuk kategori ”fresh” ):

1. Ratatouille ( malas liat film ini, soalnya protagonisnya tikus )
2. Away From Her
3. Once
4. Knocked Up ( pengin banget liat film ini, sutradaranya pernah nelorin 40 Year Old Virgin )
5. Hot Fuzz ( katanya sih menawarkan komedi action yang segar, pengen liat juga soalnya nih film produk Inggris)
6. Sicko ( satu lagi persembahan penuh controversial dari penghasil Fahrenheit 9/11)
7. The Host ( film Korea terlaris tahun lalu yang juga banyak menyabet penghargaan di berbagai festival, termasuk Festival Film Asia. Nyari belum dapet nih )
8. Zodiac ( hasil karya sutradara yang pernah
menghasilkan Seven yang cerdas dan mencekam )
9. Waitress ( ada Keri Russel yang memang sudah segar) ---
gambar diatas adalah film Waiterss yang ada si Kery Russel yang seger
10. The Lookout ( pernah liat promonya yang
keliatannya memang seru )

TERBURUK ( Rotten ) :
1. Because I Said So ( chemistry Diane Keaton dengan
Mandy Moore memang asyik, tapi beberapa adegan mereka terlalu penjang dan membosankan. Adegan lainnya
sebenarnya cukup bisa memancing tawa, terutama adegan balon nempel )
2. The Number 23 ( Jim Carrey lagi – lagi apes )
3. Premonition ( posternya padahal bagus banget )
4. The Reaping
5. Norbit
6. Perfect Stranger ( film yang membuatku penasaran,
Halle Berry diapain aja ma Bruce Willis )
7. Happily N’Ever After ( kartun biasa )
8. Are We Done Yet ?
9. Code Name : The Cleaner ( kayaknya Lucy Liu
istirahat saja dulu )
10. Hannibal Rising ( gak ada Anthony Hopkins sih )

Film – film HEBOH ternyata gak masuk daftar terbaik ataupun terburuk. Berarti dengan kata lain film – film
HEBOH tersebut hanyalah film yang biasa – biasa saja.

Perfume : The Story of A Murderer


[by Hery Subyanto]


Jarang sekali sebuah novel yang diangkat ke layar lebar mampu memuaskan pembacanya. Sesuatu yang wajar
sebenarnya mengingat media yang berbeda. Dulu ada The Silence of the Lambs yang menurutku mampu menuangkan isi buku ke dalam gambar yang tepat. Dan kini ada Perfume : The Story of A Murderer.
Sebuah komunitas atau masyarakat umumnya mensyaratkan sesuatu hal yang menjadi pengikat antar para anggotanya.

Ketika ada yang berbeda, maka dia akan dianggap tidak layak masuk kedalam kelompoknya. Dia adalah ”yang lain” atau the others. Penekanan ini seringkali membuat sengsara pihak yang dilainkan tadi, karena dia merasa tidak berharga di lingkungan dimana dia tinggal. Sehingga dia merasa terpinggirkan. Masyarakat tidak menyadari bahwa sikap mereka yang memarjinalkan ”the other’ dapat memunculkan penyakit yang pada akhirnya merugikan mereka sendiri.

Hal inilah yang menurutku ingin disampaikan Tom Tyker, Sutradara Jerman yang beken lewat Run Lola Run, lewat Perfume : A Story of Murdere. Si tokoh utama bisa dikatakan sebagai sampah masyarakat di mana dia tinggal. Sesuatu yang bukan kemauannya, karena sejak bayi, dia sudah dihadapkan pada kejamnya dunia, jadi wajar saja dia tidak mempunyai ”rasa”.

Hal ini diperparah ketika dia menyadari bahwa dirinya tidak mempunyai bau badan. Sehingga oleh orang-orang disekitarnya dia dianggap aneh ( sayang hal ini kurang tergambarkan di filmnya ). Keadaan ini menyebabkan si tokoh utama merasa ada yang kurang dalam dirinya meskipun dia dianugrahi dengan penciuman yang suaaangat tajam. Maka, terobsesilah dia dengan segala macam bau. Sampai akhirnya dia mendapati bahwa bau yang paling murni ( paling menggairahkan dirinya ) adalah bau para gadis yang masih perawan. Sejak saat itu dimulailah perburuannya akan bau gadis perawan.

Sadis dan mencekam. Film ini unggul dari segi teknis, terutama dalam penataan kamera dan editingnya. Perhatikan adegan ketika dia berusaha mengidentifikasi bau – bauan. Kereeeen! Tidak heran dalam Festifal Film Jerman, film ini banyak berjaya di bidang teknis ( sutradara dan penulis kisah ini berasal dari Jerman ).
Coba deh liat film ini. Dijamin puas, meskipun di awal film kita dibuat jijik. Pokoknya tonton aja. DVD nya dah ada. 3,5/5